Wednesday, September 18, 2019

JAVANESE BRONZE HOLY WATER VESSEL


4 BUAH PERUNGGU WADAH UPACARA / AIR SUCI
Berfungsi sebagai wadah air suci dalam ritual upacara keagamaan era Hindu Buddha di Tanah Jawa pada abad 8 - 15 Masehi.
Bermotif bunga & sulur dari guratan-guratan sederhana yang identik dengan talam / baki perunggu dari periode yang sama.
Wadah yang lebih besar dan berpenopang motif kelopak bunga padma berisi air suci yang kadang didistribusikan pada umat kedalam wadah mangkok yang lebih kecil menggunakan gayung / cidukan air suci.

#1. BEJANA  DENGAN KAKI PENOPANG MOTIF KELOPAK LOTUS
Jawa Tengah, Indonesia
Abad 8 - 10 Masehi
Diameter 18 cm, tinggi 14 cm











#2 WADAH / BEAKER BERULIR
Jawa Timur, Indonesia
Abad 10 - 15 Masehi
Diameter 10,3 cm, tinggi 8 cm
Ada pengok sedikit-sedikit









#3. MANGKOK MOTIF BUNGA & SULUR
Jawa Tengah, Indonesia
Abad 8 - 10 Masehi
Diameter 11,5 cm, tinggi 6,3 cm








#4. MANGKOK PERUNGGU BERMOTIF
Jawa Tengah, Indonesia
Abad 8 - 10 Masehi
Diameter 12,2 cm, tinggi 4,5 cm







4 buah wadah air suci perunggu :
Zold - JKT


Thursday, September 5, 2019

JAVANESE BRONZE HOLY WATER LADLE








CIDUKAN AIR SUCI PERUNGGU
Era Mataram Hindu abad 8 - 10 Masehi
Jawa Tengah, Indonesia
11,7 cm x 23 cm

Sendok besar seperti ini dipergunakan pendeta Hindu / Buddha untuk memercikan air suci dalam upacara-upacara keagamaan.
Motif pada ujung gagang sendok berbentuk kuncup bunga lotus dan bagian wadahnya dihiasi goresan motif 8 kelopak bunga lotus yang ditengahnya terdapat huruf Jawi berbunyi 'Sri' sebagai lambang keberkatan / keberuntungan.

Zold - Jkt

Saturday, August 24, 2019

JAVANESE BRONZE MIRROR / DARPANA

4 BUAH CERMIN PERUNGGU ERA HINDU - BUDDHA
Cermin perunggu atau Darpana dalam bahasa Sanskrit pada era Hindu Buddha ditanah Jawa selain sebagai alat rias juga mempunyai fungsi sebagai alat ritual dalam upacara-upacara keagamaan.

Terdiri dari 2 bagian utama, salah satunya berupa lempengan bulat dengan permukaan datar untuk merefleksikan (bag.depan) yang dibaliknya terdapat lingkaran-lingkaran atau pencu yang meniru rupa dari 'puting susu' wanita (bag.belakang). Bagian utama lainnya adalah gagang pegangan pipih atau bervolume yang kadang berbentuk T terbalik. Gagang umumnya mempunyai bermacam-macam bentuk, dari yang polos hingga dihiasi motif sulur bunga, hewan suci, patung dewa, aksara Kadiri dll.
Kedua bagian ini dibuat secara terpisah dan disatukan kemudian dengan sistim 'patri' atau perekatan dengan perunggu cair. Hal ini menyebabkan sebagian besar cermin perunggu di Jawa ditemukan sudah terlepas antara bagian bulatan dan gagangnya.

Dalam upacara cermin dipergunakan untuk 'menangkap' image patung dewa yang akan dibasuh / 'dimandikan', bagian yang dipakai adalah sisi depan yang polos tidak berhiaskan apa-apa, justru bagian belakang cermin yang diberi dekorasi.
Diberdirikan didepan rupang Dewa, kemudian cermin yang sudah 'berisi' image patung akan dialiri dengan air suci oleh pendeta. Air yang mengalir di badan cermin ditampung untuk kemudian dibasuhkan pada umat peserta upacara.

- CERMIN MOTIF BUNGA PADMA #1




Era Mataram Hindu abad 8 - 10 Masehi
Jawa Tengah, Indonesia
Diameter 11,3 cm, tinggi 19 cm
1 cermin perunggu handel motif bunga padma :


- CERMIN GAGANG POLOS #2




Era Mataram Hindu abad 8 - 10 Masehi
Jawa Tengah, Indonesia
Diameter 8,4 cm tinggi 13,8 cm
1 cermin perunggu handel polos :


- CERMIN PERUNGGU AKSARA KADIRI #3




Abad 10 - 13 Masehi
Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Diameter 11,8 cm tinggi 19 cm
1 buah cermin gagang motif aksara Kadiri


- CERMIN PERUNGGU BESAR MOTIF AKSARA KADIRI #4




Abad 10 - 13 Masehi
Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Diameter 18,8 cm tinggi 26,4 cm
1 buah cermin :
Zold - Jakarta


Friday, July 19, 2019

MALAY POEM IN JAVANESE ARABIC SCRIP PLATE #1






PIRING PANTUN MELAYU DENGAN TULISAN ARAB JAWA
Keramik transferware 
Copeland Spode (?), Inggris
1853 - 1870
Diameter 25,5 cm tinggi 3 cm
Ada 1 hairline tipis, relatif masih baik

Piring buatan Eropa khusus untuk pangsa pasar Indonesia dan sekitarnya.
Bertuliskan dalam huruf Arab Jawa atau Arab Melayu atau lebih biasa kita sebut huruf 'Arab Gundul'.

Pada bagian tengah tertuliskan 8 pantun khas Melayu dan pinggirnya tertulis semacam puja-puji untuk perusahaan pembuat / penyalur piring ini : 'Anderson Hunt adalah pemiliknya, di Inggris dia mempunyai usaha yang sukses, Anderson Tolson nama perusahaannya, termasyur di Batavia'

Piring seperti ini selain menjadi koleksi museum juga dijumpai tertanam menghiasi dinding situs-situs penting di tanah Jawa.

1 piring :
Zold - Jkt

EUROPEAN DISH WITH ARABIC INSCRITION






PIRING EROPA DENGAN INSKRIPSI ARAB 
Keramik transferware
1860 - 1874
Buatan Petrus Regout, Maastricht, Belanda
Diameter 22,5 cm tinggi 3,2 cm
Ada lecet & cuil pada alas / bawah piring, relatif masih baik

Piring seperti ini oleh perusahaan keramik di Eropa dibuat khusus untuk umat muslim diwilayah Asia Tenggara, sulit ditemukan pada belahan dunia lain.
Kini setelah melalui proses perjalanan waktu sekitar 150 tahun, benda seperti ini menjadi langka dan menjadi koleksi berharga untuk pribadi ataupun museum.

Bagian tengah piring bertuliskan Allah Maha Esa, Nabi Muhammad utusan Allah, tiada Tuhan Selain Allah dan pada bagian pinggir berisikan motif nama 4 khalifah sahabat Nabi.

Ditanah Jawa juga dapat dijumpai piring serupa tertanam menghiasi dinding tempat bersejarah seperti makam Sunan Bonang di Tuban atau makam Sunan Gunung Jati di Cirebon

Foto piring motif serupa pada makam Sunan Gunuung Jati, Cirebon.
Ref. dr buku 'Antique Ceramics found in Indonesia' - Sumarah Adhyatman, p.117


1 buah piring :
Zold - Jkt