INDONESIAN FOLK & PRIMITIVE ART / ETHNOGRAPHICA & ANCIENT ART patinantik@gmail.com +62-878-3901-8182
Friday, September 28, 2018
HAMENGKU BUWONO VII TEASET
TEASET SRI SULTAN HAMENGKU BUWONO VII
Buatan Prancis / Eropa untuk Yogyakarta, Indonesia
Foto potrait dalam keramik oleh Kassian Cephas
Akhir abad 19 (1877 - 1900)
Carbon transfer print & gilding diatas porcelain
Marking kabur, hanya nomor seri No.19
39 cm x 30 cm, tinggi 17 cm
1 cangkir ada cuil dan cangkir lainnya ada retak rambut
Foto adalah Sri Sultan Hamengku Buwono VII (1839 - 1921) ketika masih muda, beliau memerintah Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dari 1877 sampai 1921.
Foto potret adalah karya Kassian Cephas (1845 - 1912), fotographer legendaris yang menjadi fotographer pribumi pertama di Nusantara.
Beliau mengabdi menjadi fotographer khusus untuk Kraton Yogyakarta sejak tahun 1871 pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VI hingga era HB VII.
Teaset dibuat khusus / special order hanya untuk kalangan kerabat Kraton Yogyakarta ketika ada moment-moment penting / perayaan. Karena bukan produksi massal untuk umum, jumlah yang dipesan tentu relatif terbatas, menjadikan teaset ini warisan langka memori perjalanan tradisi dan budaya aristokrat Jawa.
Zold - Jakarta
Friday, August 10, 2018
NORTH SUMATRA LIME CONTAINER
TEMPAT KAPUR SIRIH SUMATERA
Batak / Sumatera Utara, Indonesia
Akhir abad 19 / awal abad 20
Perak kadar sedang, tembaga lapis lacquer hitam & logam putih
Diameter 4,3 cm tinggi 17 cm
Berat 168 gram
Batak or North Sumatra, Indonesia
Late 19th C or early 20th C
Silver, lacquered copper & white metal
Diamater 4,3 cm height 17 cm
Weight 168 gram
Zold - Sby
LARGE SUMATRAN SILVER BETEL NUT SET / CHELPA
SET CEPUK KINANGAN KAPUR SIRIH SUMATERA
Sumatera, Indonesia
Akhir abad 19 / awal abad 20
# Cepuk besar buah pinang & daun sirih
Perak kadar baik, rantai dari perak kadar rendah
Diameter 10 cm
Berat 241 gram
# Cepuk sedang tempat tembakau
Logam putih
Diameter 4,8
Berat 28 gram
# Cepuk kecil kapur sirih
Kuningan & perak
Diameter 4 cm
Berat 149 gram
Total berat 418 gram
Sumatera, Indonesia
Late 19th C / early 20th C
# Large betel nut & leaf container
Silver
Diameter 10 cm, weight 241 gram
# Medium size tobacco container
White metal
Diameter 4,8 cm, weight 28 gram
# Small lime container
Brass & silver
Diameter 4 cm, weight 149 gram
Total weight 418 gram
Cepuk portable seperti ini mayoritas dikenal berasal dari Sumatera, beberapa bentuk terbaik juga ditemukan di Sulawesi.
Dengan ukuran diameter sebesar 10 cm, cepuk ini lebih besar dari umumnya, dilengkapi dengan tempat kapur unik terpisah dari rangkaian utama.
Cepuk kapur serupa termuat dalam buku 'Seni Kerajinan Pribumi Di Hindia Belanda' jilid 4 hal.277 karangan J.E. Jasper & Mas Pirngadie, Dekranas, 2017.
(Benda-benda kinangan didalam foto tersebut terdiskripsi berasal dari Aceh)
Zold - Bks
Sunday, April 15, 2018
PAKUBUWONO X COMMEMORATIVE TEACUP
CANGKIR PB X
Buatan Austria untuk Keraton Surakarta Hadiningrat, Solo, Indonesia
1893 - 1900
Carbon transfer / Autotype process print & gilding diatas porselen
Cangkir : Diameter 9,8 cm, tinggi 4,5 cm
Lepek : Diameter 14,3 cm, tinggi 2,5 cm
Made in Austria for Surakarta Palace, Central Java, Indonesia
1893 - 1900
Carbon tranfer print (Autotype process) & gild on porcelain
Teacup : 9,8 x 4,5 cm
Saucer : 14,3 x 2,5 cm
Zold - Sala3
Monday, April 9, 2018
DUTCH COLONIAL ROSEWOOD CASKET
KOTAK 'ROSEWOOD' ERA KOLONIAL BELANDA
Batavia / Jawa, Indonesia
Abad 19
Kayu rosewood, perak dan kuningan
30 cm x 22,5 cm. Tinggi 14 cm
Batavia or Java, Indonesia
19th C
Rosewood, silver & brass
30 (W) x 22,5 (D) x 14 (H) in centimeter
Terbuat dari kayu rosewood dengan sistim pembuatan kayu Eropa.
Jenis kayu ini adalah keluarga genus Dalbergia, jika berasal ia berasal dari Cina pada benda-benda oriental kita mengenalnya sebagai kayu Swanci atau hongmu. Di Indonesia, terutama di Jawa, kayu genus ini kita kenal dengan nama Sonokeling.
Termasuk kayu eksotis yang mempunyai daya tahan tinggi terhadap pelapukan, kepadatan, kekerasan serta bobot yang mantap. Warnanya berfariasi dari coklat pucat kekuningan, kemerahan hingga coklat hitam pekat, semua tergangantung jenis masing-masing daerahnya.
Kotak seperti ini di Batavia / Jawa biasanya untuk menyimpan dokumen dan barang berharga atau perhiasan, berukuran sedikit lebih besar dari umumnya kotak kinangan 'Batavia'.
Dengan kondisi relatif masih baik, kotak ini dilengkapi logam perak kadar tinggi pada 2 handel, lubang kunci dan pada tombol-tombol 'pelindung' diatasnya. Engsel dan perangkat mesin kunci terbuat dari kuningan, salah satu 'gigi' atas pengunci sudah patah tapi tidak mempengaruhi fungsi kerja penguncian.
Benda kotak yang terbuat dari kayu eksotis dengan ornament logam perak yang mewarisi tradisi benda buatan V.O.C sebelumnya, tidaklah terlalu mudah dijumpai lagi di Indonesia. Mayoritas benda-benda seperti ini adalah milik orang Eropa yang tinggal di Indonesia pada masa penjajahan Belanda, seiring berakhirnya era itu, benda-benda seperti ini ikut 'hijrah' dengan pemiliknya yang kembali ke negara asalnya.
Zold - Bks
Subscribe to:
Posts (Atom)
